Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Sesalku

Yang kusesali hari ini adalah membuka halamanmu Dadaku sesak Entah karena menyadari atau hanya membayangkan Bahwa kau benar benar tak pantas untuk ku tunggu Tapi yang lebih kusesali adalah setiaku sendiri Aku hanya ingin menjadi baik Yang setidaknya tidak menipu Tidak berdusta Menuruti setiaku Aku bahkan tak berani menyakiti Karena aku pun tak tega bilamana ada yang sakit Namun baikku itu bagaikan duri untuk hatiku sendiri Perih Benar benar aku merasakan perih Sekali lagi aku tak kuat Aku ingin bersandar sebentar saja kepadamu Pinjamkan aku bahumu sebentar saja Aku mohon Atau peluklah aku dengan erat

Mengingat pamitmu

Aku lupa dan sulit mengingatnya Tentang lagu yg entah hanya kau dengarkan atau mungkin kau menyanyikannya Lagu tentang pamitmu itu Aku benar benar lupa bagaimana liriknya Yang disana ada kata pamitmu Aku ingin membuka kembali kata pamitmu tapi aku lupa Yang kuingat, kau bilang kau hanya pergi sebentar, kau tak mau antri, maka itu kau pergi Tak apa.. Kubilang dalam hati Aku sudah terbiasa menunggu Menunggu kamu sudah jadi pekerjaank Kapan kau kan kembali? Aku sudah lelah Aku kabarkan, aku sudah lelah Sangat lelah Berkali aku ingin pergi meninggalkan pijakan ini Tapi seakan kau bilang 'tunggu' Seakan suatu saat kau akan menjemputku Kapan? Aku sudah lelah Namun aku masih bertahan Setidaknya beri tahu aku, Janjikan padaku kau kan kembali segera Namun kurasa itu hanya ilusiku Ku takkan dapat jawabmu kembali