Entah angin apa lagi yang datang malam ini, yang membawa sisa luka kembali.
Entah kenapa berkali-kali aku meragu, entah sedang meragukan diriku, atau meragukan dirinya.
Entah karena dia pantas untuk diragukan, atau karena bekas sakit yg pernah kurasakan.
Aku selalu menginginkan pembuktian tak berujung.
Tiba-tiba tanpa sebab, entah firasat, atau hanya perasaan sesat.
Yang jelas aku ragu, apakah kamu penipu?
Jika kamu adalah orang yg benar, maka tolong ajarkan aku tentang percaya.
Karena sepertinya aku sudah lupa bagaimana cara mencintai dengan mempercayai sepenuh hati.
Apa memang lebih baik demikian? Bahwa kamu memang pantas diragukan?
Hey kamu, sepertinya aku sudah kelewat batas.
Tembok pertahananku sudah runtuh.
Aku terlanjur menyayangi,
Bagaimana ini?
Aku benar-benar trauma dikhianati.
Aku tidak mau sakit itu terulang lagi.
Aku sangat sangat frustasi.
Jika kamu adalah laki-laki brengs*k lainnya, maka cukup sudah, mari kita akhiri.
Entah kenapa berkali-kali aku meragu, entah sedang meragukan diriku, atau meragukan dirinya.
Entah karena dia pantas untuk diragukan, atau karena bekas sakit yg pernah kurasakan.
Aku selalu menginginkan pembuktian tak berujung.
Tiba-tiba tanpa sebab, entah firasat, atau hanya perasaan sesat.
Yang jelas aku ragu, apakah kamu penipu?
Jika kamu adalah orang yg benar, maka tolong ajarkan aku tentang percaya.
Karena sepertinya aku sudah lupa bagaimana cara mencintai dengan mempercayai sepenuh hati.
Apa memang lebih baik demikian? Bahwa kamu memang pantas diragukan?
Hey kamu, sepertinya aku sudah kelewat batas.
Tembok pertahananku sudah runtuh.
Aku terlanjur menyayangi,
Bagaimana ini?
Aku benar-benar trauma dikhianati.
Aku tidak mau sakit itu terulang lagi.
Aku sangat sangat frustasi.
Jika kamu adalah laki-laki brengs*k lainnya, maka cukup sudah, mari kita akhiri.
Komentar
Posting Komentar