Ini adalah minggu PTS dimana aku memberikan waktu untuk diriku sendiri untuk rehat dari banyaknya waktu sibuk yg sudah aku lewati dan yang akan aku hadapi.
Waktu yg seperti ini mengingatkanku pada kisah dimana aku mulai lebih menyukai 'sibuk'ku. Ya, sejak seseorang memperkenalkanku dgn kata 'menye-menye'.
Masih teringat kala itu dimana aku sedang berada di kobaran api 'jatuh cinta' yg mana hatiku dibuat layaknya roller coaster yg sedang berlari pada relnya. Waktu itu, menerima balasan pesan darinya jam 3 pagi saja kutunggu dgn setia dan sabarnya. Ya sangat sabar, karena pesanku terkirim sejak sore hari sebelumnya sekitar pukul 19.00. Waktu itu bahkan aku sangat berpositive thinking bahwa si 'dia' memang sibuk karena jurusan kuliahnya memang sulit dan dia berkuliah d universitas yg gengsinya 3 tingkat diatas universitasku, yg sampai sekarang pun aku tdk tahu faktanya bagaimana.
Suatu saat, aku memberikan komentar padanya d sebuah medsos dgn semangat dan penuh senyum, yg aku lupa bagaimana pesanku sendiri itu, dan ketika itulah dia memperkenalkanku pada kata 'menye-menye'.
'Udah ah, jangan menye-menye' begitu balasannya padaku. Astagaaa...
Tapi, yg namanya 'suka', segala yg menyebalkan itu tetap aku terima. Karena 'suka' itu kadang sama sekali tak bisa dikontrol. Yang jelas, dengan segala omelannya kala itu, adalah bagian yg membuatku menjadi aku yg sekarang, aku yg lbh kuat, yang sebagian besar diriku, menurutku, telah meninggalkan 'menye-menye' itu. Ya, dia tetaplah seseorang yg bisa jadi penunjuk arah bagiku. Aku menyukai orang-orang yang bisa melangkahkan kakinya tanpa ragu pada tujuannya. Karena aku hanyalah follower setia yg kadang kehilangan arah wkwk.
Perlu digaris bawahi, ini adalah cerita kala 'itu'. Yang berarti perasaan kala 'itu' juga terjadi pada masa 'itu'.
Komentar
Posting Komentar