Aku tak mampu mengarang, maka aku bercerita saja~
Kau, 'kamu' ku
Memiliki banyak 'kesempatan' untuk kembali
Tapi kau selalu memilih pergi lebih jauh lagi
Lebih dari setahun lalu ketika kau memberi harap, atau mungkin aku yg menciptakan harapanku sendiri, dia, yang amat cantik itu, yang seimbang denganmu (menurutku), yang tak pernah masuk dalam hitunganku, memutus harapan 'kesempatan' yang aku miliki
Dia yang berharap dan memberikan harapan masa depan untukmu
Sekali lagi, untuk kesekian kalinya, aku berjanji pada diriku untuk tidak menoleh ke arahmu
Waktu itu
Entah apa, tapi kini kisah 'kalian' terlihat kandas
Dia, yang cantik itu, sepertinya amat terluka
Sama, sepertiku yg kesulitan untuk menghapus masa lalu yg indah itu dengan menyayat hati terlalu dalam, hanya menyisakan bekas luka, yg amat dalam pula
Berbeda, karena aku mendapatkan tusukan pisau tertajam itu sudah berkali kali, sehingga bekas luka itu tidak akan hilang, dengan segala obat dan perawatan
Aneh, kenapa harus kamu, hanya kamu, yg bisa mengalihkan duniaku
Beberapa kali aku mengalah, beberapa kali aku juga pergi, seolah tidak perduli
Membenci,
Jijik,
Dengan segala apa-apa yg pernah aku miliki (dari kamu)
Sore ini, bekas luka itu tergores kembali, atas kesalahanku sendiri,
Tidak,
Kurasa ini akibat dia, yg tak kukenal itu, mempertanyakan siapa aku
Kenapa dia harus peduli dgn aku,
Seolah memaksaku berada di pihaknya,
Membuka luka itu kembali,
Dia mencari bekas luka itu,
Aku sendiri menyempurnakan membelah bekas luka itu,
Menunjukkan padanya bahwa
'Jangan salahkan aku, jika akupun kini ingin kembali'
Karena dia lah yg membuka luka yang sudah kututup rapat~
Kau, 'kamu' ku
Memiliki banyak 'kesempatan' untuk kembali
Tapi kau selalu memilih pergi lebih jauh lagi
Lebih dari setahun lalu ketika kau memberi harap, atau mungkin aku yg menciptakan harapanku sendiri, dia, yang amat cantik itu, yang seimbang denganmu (menurutku), yang tak pernah masuk dalam hitunganku, memutus harapan 'kesempatan' yang aku miliki
Dia yang berharap dan memberikan harapan masa depan untukmu
Sekali lagi, untuk kesekian kalinya, aku berjanji pada diriku untuk tidak menoleh ke arahmu
Waktu itu
Entah apa, tapi kini kisah 'kalian' terlihat kandas
Dia, yang cantik itu, sepertinya amat terluka
Sama, sepertiku yg kesulitan untuk menghapus masa lalu yg indah itu dengan menyayat hati terlalu dalam, hanya menyisakan bekas luka, yg amat dalam pula
Berbeda, karena aku mendapatkan tusukan pisau tertajam itu sudah berkali kali, sehingga bekas luka itu tidak akan hilang, dengan segala obat dan perawatan
Aneh, kenapa harus kamu, hanya kamu, yg bisa mengalihkan duniaku
Beberapa kali aku mengalah, beberapa kali aku juga pergi, seolah tidak perduli
Membenci,
Jijik,
Dengan segala apa-apa yg pernah aku miliki (dari kamu)
Sore ini, bekas luka itu tergores kembali, atas kesalahanku sendiri,
Tidak,
Kurasa ini akibat dia, yg tak kukenal itu, mempertanyakan siapa aku
Kenapa dia harus peduli dgn aku,
Seolah memaksaku berada di pihaknya,
Membuka luka itu kembali,
Dia mencari bekas luka itu,
Aku sendiri menyempurnakan membelah bekas luka itu,
Menunjukkan padanya bahwa
'Jangan salahkan aku, jika akupun kini ingin kembali'
Karena dia lah yg membuka luka yang sudah kututup rapat~
Komentar
Posting Komentar